Rani Ajak Generasi Muda Jadi Agen Pengawas Digital
|
PURWOKERTO, BAWASLU BANYUMAS – Anggota Bawaslu Kabupaten Banyumas, Rani Zuhriyah, mengajak generasi muda berperan aktif sebagai agen pengawas demokrasi di ruang digital. Ajakan tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Simposium Demokrasi yang diselenggarakan oleh Perisai Demokrasi Bangsa (PDB) bekerja sama dengan KPU RI di Hotel Surya Yudha Purwokerto, Kamis (16/7).
Dalam paparannya, Rani menyoroti berbagai tantangan demokrasi di era digital, mulai dari potensi berkembangnya praktik politik uang melalui transaksi digital hingga maraknya penyebaran hoaks yang dapat memicu polarisasi di masyarakat. Menurutnya, generasi muda sebagai kelompok pemilih terbesar memiliki posisi strategis untuk menjaga kualitas demokrasi melalui pengawasan partisipatif, khususnya di media digital.
"Generasi muda harus menjadi agen pengawas digital sekaligus agen literasi digital. Mari awasi ruang digital dan media sosial, sebarkan konten-konten positif tentang pemilihan yang baik, serta bersama-sama mencegah berbagai bentuk pelanggaran di media sosial," kata Rani.
Rani menjelaskan bahwa pengawasan partisipatif tidak hanya dilakukan saat tahapan Pemilu berlangsung, tetapi juga pada masa non-tahapan. Bawaslu membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk terlibat dalam pendidikan demokrasi, penguatan literasi digital, dan upaya pencegahan pelanggaran kepemiluan sebagai bagian dari pembangunan budaya demokrasi yang sehat.
Melalui forum tersebut, Rani berharap semakin banyak pemuda yang memiliki kesadaran untuk menjadi pelopor demokrasi digital yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Dengan keterlibatan aktif generasi muda dalam mengawal informasi serta menjaga ruang digital dari hoaks dan politik uang, kualitas demokrasi di Indonesia diharapkan semakin kuat dan bermartabat. (nrp/aks)