Lompat ke isi utama

Berita

Amin Dorong Hasil Pengawasan Bawaslu Banyumas Jadi Bahan Riset

Bawaslu Banyumas

Tangkapan layar Literasi Pojok Pengawasan Volume 20 yang diikuti Bawaslu Kabupaten Banyumas secara daring, Selasa (15/9). (foto: dah)

PURWOKERTO, BAWASLU BANYUMAS – Hasil pengawasan Bawaslu dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi bahan riset akademik, kajian, jurnal, hingga karya ilmiah. Pengembangan tersebut dinilai penting untuk mengolah kekayaan data hasil pengawasan menjadi pengetahuan yang dapat memberikan rekomendasi bagi penguatan pengawasan Pemilu. Hal itu disampaikan Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Amin, saat membuka Literasi Pojok Pengawasan Volume 20 yang diikuti Bawaslu Kabupaten Banyumas secara daring, Selasa (15/9).

Dalam kegiatan bertema “Hasil Pengawasan dalam Riset-riset Akademik (Daya Tarik, Urgensi, dan Proyeksi ke Depan)” tersebut, Amin menyebut hasil pengawasan pada berbagai tahapan Pemilu memiliki banyak persoalan yang dapat ditelaah dari perspektif akademik. Menurutnya, kerja sama yang telah dibangun Bawaslu dengan perguruan tinggi dan sekolah menjadi modal untuk mengembangkan hasil pengawasan menjadi bahan penelitian.

“Hasil-hasil pengawasan yang dihasilkan oleh Bawaslu itu banyak hal yang bisa kita ambil datanya, terus juga data-data yang sangat kaya terkait dengan hasil-hasil pengawasan. Banyak persoalan yang bisa kita tuangkan ke dalam bentuk-bentuk yang lain, misalkan kajian, buku, kajian akademik dan lain sebagainya,” kata Amin.

Salah satu contoh yang disoroti adalah pengawasan data pemilih, mulai dari DP4, DPS, DPT hingga daftar pemilih tambahan. Berbagai persoalan yang masih ditemukan dalam pemutakhiran data, seperti pemilih yang telah meninggal dunia atau berpindah domisili tetapi masih tercatat, dapat menjadi objek penelitian untuk mengkaji proses dan keterhubungan data kependudukan dengan data pemilih.

Amin mendorong jajaran Bawaslu kabupaten/kota memanfaatkan masa non-tahapan untuk memetakan potensi riset berdasarkan keunikan persoalan pengawasan di masing-masing daerah. Hasilnya dapat dikembangkan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi menjadi jurnal, penelitian, karya ilmiah, buku, maupun rekomendasi yang mendukung penguatan pengawasan.

“Kami berharap pada pertemuan ini kita bisa explore, brainstorming, diskusi dan lain sebagainya guna memetakan. Output-nya apa? Output-nya yaitu nanti bisa masuk ke mana saja, meningkatkan kerja sama, misalkan kajian riset dari akademik kemudian kita diskusikan dengan Bawaslu sehingga muncul tulisan yang ilmiah yang bisa menjadi salah satu rekomendasi,” ucap Amin. (aks)

Tag
banyumas
bawaslu
bawaslu banyumas
Berita
Pencegahan