Nobar Final Piala Dunia, Husain Ajak Masyarakat Jadi Suporter Demokrasi
|
PURWOKERTO, BAWASLU BANYUMAS – Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Husain, mengajak masyarakat untuk berperan aktif mengawal Pemilu 2029 dengan menjadi "suporter demokrasi". Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan nonton bareng final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Halaman Kantor Bawaslu Kabupaten Banyumas, Senin (20/7).
Husain mengibaratkan peran Bawaslu sebagai wasit dalam pertandingan sepak bola yang bertugas menjaga keadilan dan integritas kompetisi. Menurutnya, sebagaimana masyarakat tidak akan menerima apabila wasit berpihak kepada salah satu tim, penyelenggaraan Pemilu juga harus bebas dari intervensi dan pelanggaran.
"Bayangkan kalau final Piala Dunia ini wasitnya disuap oleh salah satu tim, tentu kita semua tidak akan menerima. Begitu juga Bawaslu, kami adalah wasit yang menjaga demokrasi, menjaga integritas, dan profesionalitas Pemilu. Karena itu, ketika ada dugaan pelanggaran atau kejanggalan dalam Pemilu, masyarakat harus ikut mengawasi," ucap Husain.
Husain menjelaskan bahwa masyarakat sebagai "suporter demokrasi" memiliki empat peran penting dalam menyukseskan Pemilu 2029. Pertama, mengawasi jalannya Pemilu dan mendokumentasikan apabila menemukan dugaan pelanggaran. Kedua, melaporkan temuan tersebut kepada Bawaslu. Ketiga, memberikan edukasi kepada sesama pemilih agar menolak politik uang, tidak menyebarkan hoaks, dan memilih berdasarkan rekam jejak serta visi misi calon. Keempat, menjaga kondusivitas meskipun memiliki pilihan politik yang berbeda.
"Pilihan boleh berbeda, sama seperti malam ini ada yang mendukung Spanyol dan ada yang mendukung Argentina. Tetapi kita tetap menonton bersama dalam suasana yang rukun. Begitu juga pada Pemilu 2029, apa pun pilihannya, kita tetap satu, yaitu Indonesia," tegas Husain.
Melalui kegiatan nobar tersebut, Bawaslu Kabupaten Banyumas berharap nilai-nilai sportivitas, kejujuran, dan persatuan yang tercermin dalam olahraga dapat menjadi inspirasi dalam kehidupan berdemokrasi. Dengan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam mengawasi, melaporkan pelanggaran, mengedukasi lingkungan sekitar, dan menjaga persatuan, diharapkan penyelenggaraan Pemilu 2029 dapat berlangsung secara bermartabat. (aks)