Kick Off P2P 2026, Lolly: Ada Empat Karakter Utama Kader Pengawas Partisipatif
|
PURWOKERTO, BAWASLU BANYUMAS – Bawaslu Kabupaten Banyumas menghadiri kegiatan Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 secara daring, Selasa (12/5). Kegiatan yang diselenggarakan Bawaslu RI tersebut mengusung tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat”.
Dalam kegiatan tersebut, Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenti menyampaikan bahwa terdapat empat karakter utama yang harus dimiliki kader pengawas partisipatif, yakni logis, kritis, berani, dan berdampak. Menurutnya, karakter logis penting agar kader memahami aturan main dan mampu mendeskripsikan sebuah peristiwa secara tepat serta dapat dipertanggungjawabkan sesuai tugas dan fungsi pengawasan.
“Jangan sampai kerja Bawaslu kemudian dianggap mencari-cari perkara. Maka kader harus logis, masuk akal, dan bisa dipertanggungjawabkan dengan tupoksinya,” kata Lolly.
Lolly juga menegaskan bahwa kader pengawas partisipatif harus memiliki sikap kritis dengan rajin membaca, menulis, dan bertanya karena yang dipertaruhkan adalah kualitas demokrasi Indonesia. Selain itu, ia menjelaskan bahwa kader pengawas partisipatif juga harus berani menyuarakan temuan maupun dugaan pelanggaran kepada Bawaslu. Namun, keberanian tersebut tetap harus dibarengi dengan pemahaman batas kewenangan.
“Kader tidak punya kewenangan untuk menindak, menindak hanya ada di Bawaslu. Berani itu bukan berarti melakukan sesuatu dengan sembrono,” tegas Lolly.
Karakter terakhir yang ditekankan adalah berdampak bagi masyarakat. Menurut Lolly, kader pengawas partisipatif tidak cukup hanya memiliki pengetahuan dan keberanian, tetapi juga harus mampu hadir serta memberikan pengaruh nyata dalam pengawasan pemilu di lingkungan sekitar. Ia optimistis apabila seluruh kader bergerak aktif dan berkoordinasi dengan Bawaslu, maka demokrasi Indonesia menuju Pemilu 2029 dapat berjalan lebih bermartabat. (aks)