Lompat ke isi utama

Berita

Imam Deklarasikan Komunitas BRAYAN, Wadah Mahasiswa Magang Kawal Pemilu Bermartabat

Bawaslu Banyumas

Peluncuran Komunitas Barisan Relawan Banyumas untuk Pengawasan (BRAYAN) yang beranggotakan 42 mahasiswa peserta Program Magang P2P di Aula Bawaslu Kabupaten Banyumas, Purwokerto, Senin (12/10). (foto: dah)

PURWOKERTO, BAWASLU BANYUMAS – Ketua Bawaslu Kabupaten Banyumas, Imam Arif Setiadi secara resmi meluncurkan Komunitas Barisan Relawan Banyumas untuk Pengawasan (BRAYAN) di Aula Bawaslu Kabupaten Banyumas, Purwokerto, Senin (12/10). Beranggotakan 42 mahasiswa peserta Program Magang Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P), komunitas ini menjadi wadah untuk memperkuat keterlibatan generasi muda dalam pengawasan pemilu partisipatif.

Imam menyampaikan, pembentukan BRAYAN merupakan tindak lanjut dari program magang Bawaslu Kabupaten Banyumas yang diikuti 42 mahasiswa. Menurutnya, jumlah tersebut menjadi capaian tersendiri dalam pelaksanaan program magang P2P di Jawa Tengah sekaligus menjadi modal untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu.

“Magang kita itu mahasiswa terbanyak se-Jawa Tengah, sejumlah 42. Komunitas hari ini diluncurkan dengan anggota 42. Komunitas ini bernama BRAYAN, Barisan Relawan Banyumas untuk Pengawasan,” ungkap Imam.

Pada tahap awal, BRAYAN akan berfokus pada pengawasan partisipatif terhadap Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). Imam berharap kehadiran BRAYAN dapat menjadi ruang berkelanjutan bagi mahasiswa magang untuk berkontribusi dalam mengawal proses demokrasi.

“Semoga pemilu di Banyumas semakin bermartabat,” harap Imam. 

Dengan terbentuknya komunitas ini, Bawaslu Kabupaten Banyumas berupaya memperluas jejaring pengawasan partisipatif dan menumbuhkan peran aktif generasi muda dalam menjaga kualitas pemilu. (dah/aks)

Tag
banyumas
bawaslu
bawaslu banyumas
Berita
Pencegahan