Ikuti Training of Trainer P2P 2026, Bawaslu Banyumas Diminta Desain Forum yang Interaktif
|
PURWOKERTO, BAWASLU BANYUMAS – Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Nur Kholiq meminta narasumber dan fasilitator mampu mendesain kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 secara menarik dan mudah dipahami peserta. Hal itu disampaikan saat Bawaslu Kabupaten Banyumas mengikuti kegiatan Training of Trainer (ToT) P2P Tahun 2026 Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah secara daring, Selasa (12/5).
Kholiq menjelaskan bahwa kegiatan ToT bersifat sangat teknis, terutama dalam membangun forum pembelajaran yang komunikatif dan tidak membosankan. Ia juga menekankan pentingnya memahami modul secara utuh agar fasilitator mengetahui indikator capaian yang harus ditargetkan dalam pelaksanaan P2P.
“Bagaimana seorang fasilitator mampu mendesain forum sebaik-baiknya, tidak menjemukkan, dan forum bisa dipahami peserta dengan baik,” pinta Kholiq.
Selain itu, Kholiq menilai pengalaman pimpinan Bawaslu Kabupaten/Kota yang sebelumnya pernah menjadi narasumber dan fasilitator P2P dapat menjadi modal penting dalam pengembangan metode pembelajaran. Menurutnya, metode penyampaian materi harus disesuaikan dengan karakter peserta agar pendidikan pengawasan partisipatif dapat berjalan efektif dan berdampak.
“Audiens kita ini pemilih pemula, sehingga butuh pendekatan yang agak berbeda dengan sebelumnya,” tegas Kholiq.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Banyumas diharapkan mampu memperkuat kapasitas fasilitator dan narasumber dalam menyampaikan pendidikan pengawasan partisipatif kepada generasi muda. Penguatan metode pembelajaran yang komunikatif dan adaptif dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran politik serta partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu 2029. (aks)