Bedah Buku Asa dari Desa
|
PURWOKERTO, BAWASLU BANYUMAS - Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Kabupaten Banyumas, Rani Zuhriyah menjadi narasumber dalam Podcast Edisi Perdana Tahun 2025 yang mengangkat tema Bedah Buku “Asa dari Desa”. Acara ini berlangsung pada Rabu (12/2), di ruang podcast Bawaslu Kabupaten Banyumas dan dijadwalkan tayang pada Senin (17/2) depan.
Buku “Asa dari Desa” adalah kumpulan 35 tulisan dari Anggota Bawaslu Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas se-Jawa Tengah. Buku ini menggambarkan potret Desa dalam konteks pengawasan dan upaya melawan politik uang.
Salah satu penulis dalam buku tersebut yaitu Rani Zuhriyah. Ia menjelaskan bahwa di Banyumas terdapat 11 desa yang terpilih menjadi Desa Pengawasan. Ia menyoroti Desa Suro sebagai salah satu contoh Desa Pengawasan yang dipilih karena masyarakatnya yang rukun, tentram, dan memiliki toleransi yang tinggi.
“Di desa ini, terdapat dua tempat ibadah yang berdampingan, yaitu pura dan masjid, tetapi masyarakatnya tetap hidup rukun dan saling menghormati,” ungkap Rani.
Dengan kerukunan dan toleransi yang tinggi, Desa Suro dianggap layak menjadi Desa Pengawasan. Rani berharap desa-desa lain dapat mencontoh sikap toleransi dan kerjasama yang ditunjukkan oleh masyarakat Desa Suro.
Sebagai penutup, Rani juga mengajak masyarakat untuk aktif terlibat dalam pengawasan pemilu di desa masing-masing. Ia percaya bahwa partisipasi aktif dari masyarakat adalah kunci untuk menciptakan pemilu yang bersih dan berintegritas.
“Mari kita bangun kesadaran bersama agar setiap suara dihargai dan setiap tindakan pengawasan dapat memberikan dampak positif bagi demokrasi kita,” tambah Rani. (Mahasiswa Magang UIN SAIZU Purwokerto)
editor: aks