Bawaslu Jateng Ingatkan Bahaya Hoaks dan Tantangan AI dalam Pemilu Mendatang
|
PURWOKERTO, BAWASLU BANYUMAS – Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Amin, mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap penyebaran hoaks dan ujaran kebencian dalam penyelenggaraan pemilu. Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan Literasi Pojok Pengawasan Vol. 11 bertema “Bahaya Hoax dalam Pemilu: Refleksi Kasus 2024 dan Proyeksi 2029” yang diikuti Bawaslu Kabupaten Banyumas secara daring, Senin (20/4).
Amin menjelaskan bahwa berdasarkan pengalaman Pemilu 2024, pelanggaran di ranah digital seperti hoaks dan ujaran kebencian menjadi salah satu indeks kerawanan tertinggi dalam pengawasan pemilu.
“Kita menyadari bahwa laporan maupun temuan pelanggaran digital, terutama hoaks dan ujaran kebencian, merupakan kerawanan yang tinggi. Namun dalam sistem kita, penanganannya bersifat berjenjang sehingga tidak bisa langsung dieksekusi,” jelas Amin.
Amin menyoroti tantangan baru yang muncul seiring perkembangan teknologi, khususnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) yang berpotensi dimanfaatkan untuk manipulasi informasi.
“Ke depan, kita harus mengantisipasi konten berbasis AI seperti video atau audio palsu yang semakin sulit dibedakan. Ini menjadi tantangan karena keterbatasan sumber daya dan kemampuan forensik digital yang kita miliki,” ungkap Amin.
Amin juga menekankan pentingnya penguatan kerja sama lintas lembaga serta peningkatan kapasitas internal dalam menghadapi kompleksitas pengawasan digital ke depan. Ia menambahkan bahwa dominasi pemilih pemula yang akrab dengan media sosial menjadi faktor penting yang harus diperhatikan dalam strategi pencegahan.
“Pengawasan digital membutuhkan terobosan, baik dari sisi regulasi maupun penguatan jejaring, agar kita mampu menjawab tantangan pemilu yang semakin kompleks menuju 2029,” kata. (aks)