Bawaslu Banyumas Ikuti Literasi Pojok Pengawasan, Perkuat Kewaspadaan Hoaks Pemilu 2029
|
PURWOKERTO, BAWASLU BANYUMAS – Bawaslu Kabupaten Banyumas mengikuti kegiatan Literasi Pojok Pengawasan Vol. 11 bertema “Bahaya Hoax dalam Pemilu: Refleksi Kasus 2024 dan Proyeksi 2029” secara daring, Senin (20/4). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman, pendidikan politik, serta partisipasi masyarakat dalam menghadapi tantangan informasi di masa non tahapan pemilu.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Amin yang mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap penyebaran hoaks dan ujaran kebencian dalam penyelenggaraan pemilu. Sementara itu, Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Sosiawan menegaskan bahwa kualitas informasi di ruang publik menjadi fondasi utama dalam menjaga demokrasi yang sehat dan berkeadaban.
Narasumber pertama, Anggota Bawaslu Kabupaten Karanganyar, Sudarsono, memaparkan bahwa sejak Pemilu 2014 hingga Pemilu 2019, pola penyebaran hoaks mengalami pergeseran signifikan, dari media konvensional menuju media sosial yang lebih cepat dan masif. Ia menjelaskan bahwa hoaks tidak hanya memengaruhi pilihan politik masyarakat, tetapi juga berpotensi memicu polarisasi yang berkepanjangan pascapemilu.
Sementara itu, Ketua Presidium Mafindo, Septiaji Eko Nugroho, mengungkapkan bahwa pada periode 2019–2024, hoaks semakin berkembang dengan memanfaatkan teknologi seperti deepfake dan manipulasi konten digital. Ia menambahkan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks, sehingga diperlukan literasi digital yang kuat serta pemanfaatan teknologi, seperti chatbot verifikasi konten, untuk membantu masyarakat dalam memilah informasi yang benar dan menyesatkan. (fpa/ghs/aks)