Pemetaan Kerawanan Pemilu, Bawaslu RI Dorong IKP 2029 Lebih Prediktif dan Dinamis
|
PURWOKERTO, BAWASLU BANYUMAS – Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2029 diarahkan tidak lagi sekadar merekam persoalan yang telah terjadi, tetapi mampu membaca potensi risiko yang berkembang pada tahapan pemilu berikutnya. Penguatan fungsi prediktif tersebut menjadi salah satu fokus Bawaslu RI dalam pengembangan IKP 2029, termasuk melalui pemetaan kerawanan isu strategis Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB).
Kepala Puslitbangdiklat Bawaslu RI, Roy Maryuna Siagian, menyampaikan hal tersebut saat Bawaslu Kabupaten Banyumas mengikuti Sosialisasi Uji Petik dalam rangka Riset Pemetaan Kerawanan Isu Strategis PDPB yang diselenggarakan Bawaslu RI secara daring, Jumat (25/9). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperoleh data dan informasi awal untuk mendukung pengembangan IKP 2029.
“Untuk IKP 2029 kita ingin memperkuat fungsi prediktifnya. IKP tidak berhenti pada pertanyaan apa yang telah terjadi, tetapi juga membantu kita membaca potensi-potensi risiko yang dapat berkembang pada tahapan berikutnya,” kata Roy.
Menurut Roy, pemetaan kerawanan PDPB perlu menghasilkan informasi mengenai kondisi aktual, pola, kecenderungan, karakteristik, serta faktor yang dapat memengaruhi munculnya kerawanan. Masukan dari proses uji petik juga diperlukan untuk mengembangkan peran enumerator sekaligus memperbaiki pola pemetaan yang digunakan pada IKP 2024 agar dapat diterapkan dalam pengembangan IKP 2029.
“Yang ingin kita peroleh dari kegiatan ini adalah pembelajaran dan data awal yang dapat kita gunakan dalam proses pengembangan IKP 2029, sehingga nantinya tidak lagi memiliki IKP yang statis, tetapi IKP dinamis atau running index yang diupayakan diperbarui secara periodik,” ucap Roy.
Pengembangan tersebut diharapkan membuat IKP 2029 mampu beradaptasi terhadap perkembangan isu dan potensi kerawanan baru. Dengan demikian, hasil pemetaan PDPB tidak hanya menjadi bahan evaluasi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses identifikasi, telaah, dan pembaruan informasi kerawanan secara berkelanjutan. (aks)