Lompat ke isi utama

Berita

Peluncuran P2P Jateng, Bawaslu RI Tekankan Peran Fasilitator

Bawaslu RI

Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty saat menjadi keynote speaker kegiatan Peluncuran Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 di Provinsi Jawa Tengah secara daring, Jumat (22/5). (foto: aks)

PURWOKERTO, BAWASLU BANYUMAS – Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty menegaskan bahwa pengawas pemilu memiliki peran penting sebagai fasilitator gerakan sipil dan penggerak kesadaran masyarakat dalam demokrasi. Hal tersebut disampaikan saat Bawaslu Kabupaten Banyumas mengikuti kegiatan Peluncuran Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 di Provinsi Jawa Tengah secara daring, Jumat (22/5).

“Perlu kita selalu mengingat bahwa tugas kita itu adalah fasilitator gerakan sipil, tugas kita itu adalah penggerak kesadaran dan tentu saja dalam konteks partisipasi masyarakat,” tegas Lolly.

Lolly menambahkan, pengembangan kader pengawas partisipatif harus dilakukan melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Menurutnya, isu demokrasi dan kepemiluan perlu dikaitkan dengan persoalan sosial yang nyata agar kader lebih mudah memahami sekaligus menyampaikan pentingnya pengawasan pemilu kepada publik.

“Maka saat diskusi P2P tidak lagi hanya bicara soal teori ataupun konsep, tapi dia sudah harus kemudian terhubung dengan situasi yang ada,” kata Lolly.

Selain itu, Lolly menjelaskan pentingnya memahami hubungan antara pemilu dan pembangunan masyarakat. Dalam proses pendidikan pengawas partisipatif, fasilitator didorong untuk memperkuat metode pembelajaran yang berpusat pada kader agar mampu mengembangkan gerakan pengawasan sesuai karakter komunitas masing-masing.

“Ketika kader sudah ada di level terbentuk, maka seluruh kader ditantang untuk punya kemampuan mengoptimalkan sumber daya komunitasnya, mulai dari pengorganisasiannya, mentalitasnya, identitasnya, solidaritasnya bahkan sampai ke konsolidasi,” jelas Lolly.

Melalui peluncuran P2P Tahun 2026 ini, Bawaslu berharap lahir kader-kader pengawas partisipatif yang aktif, kritis, dan mampu membangun kesadaran demokrasi di masyarakat guna mewujudkan Pemilu 2029 yang bermartabat. (aks)

Tag
banyumas
bawaslu
bawaslu banyumas
Berita
Pencegahan