Literasi Pojok Pengawasan Jateng, Bawaslu Banyumas Dorong Pelibatan Masyarakat Awasi Data Pemilih
|
PURWOKERTO, BAWASLU BANYUMAS - Anggota Bawaslu Kabupaten Banyumas, Rani Zuhriyah menegaskan bahwa pengawasan masyarakat terhadap pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (PDPB) bukan hal yang mustahil dilakukan apabila dibangun melalui konsolidasi dan edukasi secara berkelanjutan. Hal itu disampaikan Rani saat menjadi pemateri dalam kegiatan Literasi Pojok Pengawasan Volume 13 bertema “Masyarakat Awasi PDPB, Realistis atau Utopis?” yang diselenggarakan Bawaslu Provinsi Jawa Tengah secara daring, Senin (18/5).
“Data pemilih itu sangat dinamis karena terus berubah akibat faktor kematian maupun perpindahan penduduk. Karena itu, pengawasan tidak bisa hanya dilakukan penyelenggara pemilu, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat,” ucap Rani.
Menurut Rani, keterbatasan jumlah personel pengawas pemilu menjadi tantangan tersendiri bagi Bawaslu dalam mengawasi proses pemutakhiran data pemilih secara menyeluruh. Selain itu, rendahnya literasi masyarakat mengenai pentingnya pembaruan data kependudukan di luar tahapan pemilu juga masih menjadi kendala di lapangan.
“Pengawasan partisipatif dapat berjalan realistis apabila dilakukan melalui penguatan kader pengawas partisipatif dan optimalisasi modal sosial yang telah terbentuk di daerah,” kata Rani.
Selain itu, Rani menekankan pentingnya edukasi jemput bola kepada pemilih pemula, optimalisasi posko aduan masyarakat berbasis digital, hingga penguatan regulasi yang memberikan perlindungan hukum bagi masyarakat sipil dalam melakukan pengawasan data pemilih. Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Banyumas berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan PDPB semakin meningkat guna mendukung kualitas data pemilih yang akurat, mutakhir, dan berkelanjutan. (fpa/aks)