Bawaslu Banyumas Diingatkan Pentingnya Budaya Anti Korupsi dan Gratifikasi
|
PURWOKERTO, BAWASLU BANYUMAS – Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Amin menegaskan pentingnya membangun budaya kerja anti korupsi dan gratifikasi sebagai bagian dari penguatan reformasi birokrasi. Hal tersebut disampaikan saat Bawaslu Kabupaten Banyumas mengikuti Sosialisasi Anti Korupsi bertema Membangun Budaya Kerja Anti Korupsi dan Gratifikasi dengan narasumber dari KPK RI secara daring, Selasa (10/2).
Amin menyebut kegiatan ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat komitmen integritas, Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), serta penguatan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).
“Melalui forum ini kami berharap terwujud kinerja yang tinggi dan berintegritas serta pelayanan publik yang prima. Peningkatan reformasi birokrasi menjadi target utama dalam Renstra Bawaslu RI,” harap Amin.
Amin menambahkan bahwa Bawaslu Provinsi Jawa Tengah sejak 2018 menargetkan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), meski masih terdapat sejumlah aspek internal yang perlu terus dievaluasi dan diperbaiki. Menurutnya, penguatan komitmen seluruh jajaran menjadi kunci dalam mewujudkan tata kelola kelembagaan yang transparan dan akuntabel.
“Kami berupaya juga untuk memperkuat budaya kerja yang berlandaskan integritas, profesional dan akuntabel serta membangun karakter yang kuat dengan budaya anti korupsi dan juga anti gratifikasi,” tegas Amin. (nrp/aks)