Lompat ke isi utama

Berita

Batasi Gerak Pelaku Pelanggaran Pemilu, Bawaslu Banyumas Gandeng Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Bawaslu Banyumas

Foto bersama setelah Bawaslu Kabupaten Banyumas dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama di Kantor Pusat UMP, Jumat (13/2). (foto: aks)

PURWOKERTO, BAWASLU BANYUMAS – Ketua Bawaslu Kabupaten Banyumas, Imam Arif Setiadi menyampaikan bahwa peningkatan kualitas Pemilu menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Hal itu ia sampaikan setelah Bawaslu Kabupaten Banyumas dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama di Kantor Pusat UMP, Jumat (13/2).

“Atas nama lembaga kami ucapkan terima kasih atas masih dipercayanya kami untuk bekerja sama. PR kita bersama bagaimana mewujudkan pemilu yang berkeadilan dan bermartabat,” ucap Imam. 

Imam menekankan bahwa demokrasi dan kesejahteraan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, sehingga kualitas Pemilu akan menentukan lahirnya pemimpin yang berintegritas dan berpihak kepada rakyat. Imam juga mengungkapkan berbagai tantangan yang masih dihadapi dalam penyelenggaraan Pemilu, seperti kampanye negatif, hoaks, politik uang, serta isu netralitas ASN.

“Seringkali kita kalah gerak dengan pelaku pelanggaran pemilu, sehingga dibutuhkan pengawasan partisipatif. Dalam konteks MoU ini, kami mengajak bersama-sama melakukan pengawasan partisipatif,” jelas Imam.

Imam berharap MoU tersebut tidak berhenti pada dokumen administratif semata, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata seperti KKN tematik dan kegiatan kolaboratif lainnya.

“Saya optimis penandatanganan MoU ini tidak hanya berhenti di dokumen, tetapi ada aksi lanjutan yang bermanfaat bagi kita bersama dan Indonesia,” kata Imam. (aks)

Tag
banyumas
bawaslu
bawaslu banyumas
Berita
Pencegahan