Libatkan Mahasiswa Tiga Kampus, Bawaslu Banyumas Buka Program Magang P2P Gelombang IV
|
PURWOKERTO, BAWASLU BANYUMAS – Bawaslu Kabupaten Banyumas kembali melibatkan mahasiswa dalam penguatan pengawasan partisipatif melalui Program Magang Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Gelombang IV Tahun 2026 yang resmi dibuka di Purwokerto, Senin (28/9). Program tersebut melibatkan mahasiswa dari tiga kampus yakni Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Amikom Purwokerto, dan Universitas BSI Kampus Purwokerto.
Ketua Bawaslu Kabupaten Banyumas, Imam Arif Setiadi, mengatakan pemilu menjadi sarana bagi masyarakat untuk memberikan penghargaan maupun evaluasi terhadap pemimpin melalui pilihan yang diberikan. Karena itu, mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat perlu memahami proses demokrasi dan turut mengambil peran dalam pengawasan.
“Pemilu itu sarana untuk menghukum atau memberi reward bagi pemimpin. Pemimpin yang baik akan menerima reward, sementara pemimpin yang tidak baik akan menerima hukuman,” kata Imam.
Menurut Imam, pemilu yang bermartabat harus berorientasi pada kepentingan rakyat dan menjadi bagian dari upaya menyelesaikan berbagai persoalan bangsa. Pengawasan tidak dapat hanya mengandalkan jajaran Bawaslu yang jumlahnya terbatas sehingga membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam mengawal setiap proses demokrasi.
“Bawaslu itu hanya segelintir orang, kalau tidak mengandalkan dukungan masyarakat akan jebol. Lewat pemilu, yuk kita dandani negara,” pinta Imam.
Selain mengikuti rangkaian pembelajaran dalam Program Magang P2P, Imam mengajak mahasiswa memperluas pemahaman demokrasi melalui berbagai ruang partisipasi yang disediakan Bawaslu Kabupaten Banyumas, termasuk Teras Bawaslu dan Taman Demokrasi. Peserta diharapkan mengikuti proses pembelajaran secara optimal dan mampu membawa pengetahuan tersebut menjadi kontribusi nyata di lingkungannya masing-masing. (aks)