Imam: Kolaborasi Bawaslu Banyumas dan Universitas Harapan Bangsa Harus Berdampak Nyata
|
PURWOKERTO, BAWASLU BANYUMAS – Ketua Bawaslu Kabupaten Banyumas, Imam Arif Setiadi, menegaskan kolaborasi dengan perguruan tinggi harus menghasilkan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat, bukan berhenti pada penandatanganan dokumen kerja sama. Hal itu disampaikan Imam saat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bawaslu Kabupaten Banyumas dan Universitas Harapan Bangsa (UHB) di Purwokerto, Senin (21/9).
Imam mengatakan Bawaslu memiliki tanggung jawab besar dalam melakukan pencegahan pelanggaran Pemilu dan sengketa proses dengan mendorong partisipasi aktif masyarakat. Namun, upaya tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai elemen, termasuk perguruan tinggi.
“Kita sepakat untuk menyatukan energi melalui Peningkatan Mutu Penyelenggaraan Tridarma Perguruan Tinggi. Kita ingin memastikan bahwa kolaborasi ini tidak sekadar melahirkan dokumen di atas meja, melainkan menghasilkan dampak sosial yang nyata dan dapat langsung dirasakan kegunaannya oleh masyarakat Banyumas,” ucap Imam.
Menurut Imam, penandatanganan MoU yang dilanjutkan dengan PKS bersama Fakultas Ilmu Sosial UHB menjadi momentum untuk menyatukan visi antara pengawas Pemilu dan dunia akademis. Kerja sama tersebut mencakup tiga fokus utama, yakni pendidikan dan magang mahasiswa, riset dan pengembangan keilmuan, serta pengabdian masyarakat dan pembinaan desa.
Imam juga berharap sivitas akademika UHB dapat berkontribusi dalam membangun literasi politik yang sehat sekaligus menjaga netralitas institusi. Ia menilai kolaborasi selama lima tahun ke depan perlu dikawal secara konsisten agar berbagai program yang disepakati dapat berjalan produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Universitas Harapan Bangsa atas keterbukaan, kerja keras, dan itikad baiknya. Mari kita kawal Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama yang berlaku selama lima tahun ke depan ini agar berjalan produktif, konsisten, dan penuh tanggung jawab,” kata Imam. (aks)