Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Banyumas Minta Dindukcapil Gencarkan Sosialisasi Pelaporan Kematian Warga

Bawaslu Banyumas

Bawaslu Kabupaten Banyumas berkunjung ke Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Banyumas, Selasa (2/6). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya konsolidasi demokrasi sekaligus memperkuat koordinasi dalam pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB), khususnya terkait data kematian warga dan calon pemilih baru. (foto: nrp)

PURWOKERTO, BAWASLU BANYUMAS – Anggota Bawaslu Kabupaten Banyumas, Rani Zuhriyah, menegaskan pentingnya kolaborasi yang lebih kuat antara Bawaslu dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) dalam mendukung pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB), khususnya terkait data kematian warga dan calon pemilih baru. Hal tersebut disampaikan saat kunjungan Bawaslu Kabupaten Banyumas ke Kantor Dindukcapil Kabupaten Banyumas, Selasa (2/6).

“Kami butuh banyak kolaborasi dengan Dindukcapil, tetapi terkadang terkendala ketentuan perlindungan data pribadi sehingga Bawaslu tidak diberikan akses penuh ke aplikasi SIAK. Karena itu, kami berupaya melakukan pengawasan melalui berbagai jalur dan turun langsung ke lapangan,” ungkap Rani.

Menurut Rani, masih terdapat selisih antara data yang ditemukan di lapangan dengan database kependudukan karena sebagian kematian warga belum dilaporkan secara resmi. Ia berharap Dindukcapil dapat terus memperkuat sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pelaporan kematian karena berdampak langsung terhadap kualitas data pemilih.

“Kami juga meminta di sosialisasikan lagi. Kami di forum-forum ketika sosialisasi juga selalu mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan kematian anggota keluarganya karena itu berkaitan erat dengan data pemilu. Ketika banyak yang meninggal tidak dicoret maka tetap tercantum,” kata Rani.

Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Dindukcapil Kabupaten Banyumas, Tulus Widodo, menjelaskan bahwa pencatatan kematian sangat bergantung pada laporan masyarakat. Dindukcapil, kata dia, telah mengembangkan berbagai inovasi, termasuk pemanfaatan buku pokok makam dan integrasi data bantuan sosial digital yang terhubung dengan data kependudukan untuk meningkatkan validitas data.

“Kami hanya dapat melakukan pencatatan kelahiran dan kematian berdasarkan laporan masyarakat. ketika masyarakat tidak melaporkan ya kita memang hanya bisa mengimbau saja. Kalau terobosan dari pusat sudah ada buku pokok makam, tapi itu kembali terkait dengan pemanfaatannya juga belum maksimal,” kata Tulus.

Melalui kunjungan ini, Bawaslu Kabupaten Banyumas berharap sinergi dengan Dindukcapil semakin kuat guna mendukung akurasi data pemilih berkelanjutan dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pelaporan administrasi kependudukan menjelang tahapan pemilu mendatang. Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota Bawaslu Kabupaten Banyumas, Suharso Agung Basuki dan Amin Latif, serta Kasubag Pengawasan Pemilu dan Humas Sekretariat Bawaslu Kabupaten Banyumas, Dwi Astuti Handayani. (aks) 

Tag
banyumas
bawaslu
bawaslu banyumas
Berita
Pencegahan