Amin Bangga Jateng Masuk 10 Besar Pengawasan Partisipatif Nasional
|
PURWOKERTO, BAWASLU BANYUMAS – Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Amin, mengapresiasi capaian pengawasan partisipatif Jawa Tengah yang mampu menempatkan sejumlah Bawaslu kabupaten/kota dalam 10 besar tingkat nasional. Capaian tersebut dinilai menjadi hasil kerja keras jajaran Bawaslu kabupaten/kota dalam membangun komunitas dan menggerakkan partisipasi masyarakat, meski dilakukan di tengah keterbatasan pada masa non-tahapan.
Hal tersebut disampaikan Amin saat Bawaslu Kabupaten Banyumas mengikuti Literasi Pojok Pengawasan Vol. 21 bertema “Strategi Menggerakkan Komunitas Kader Pengawas Partisipatif” yang diselenggarakan Bawaslu Provinsi Jawa Tengah secara daring, Senin (5/10). Menurutnya, praktik pengawasan partisipatif di Jawa Tengah berkembang melalui berbagai bentuk, mulai dari komunitas pasca-P2P, forum warga, KKN tematik, kampung pengawasan, komunitas digital hingga pojok pengawasan.
“Rata-rata Jawa Tengah memang tinggi. Yang terpenting adalah semangatnya. Di masa non-tahapan ini dinamika luar biasa, termasuk kesulitan membentuk komunitas dan keterbatasan anggaran, tetapi hasil kerja keras kawan-kawan membuat beberapa kabupaten kota masuk sepuluh besar secara nasional,” kata Amin.
Amin menyebut sejumlah indikator pengawasan partisipatif Jawa Tengah juga menunjukkan capaian positif. Pendidikan pengawas partisipatif tercatat masuk 10 besar nasional, sedangkan forum warga berada di tiga besar. Amin meminta capaian tersebut tidak membuat jajaran berhenti berinovasi, tetapi menjadi dorongan untuk memperluas gerakan pengawasan berbasis masyarakat.
“Tidak ada kata terlambat untuk memulai. Tidak ada kata terlambat untuk berinovasi, dan tidak ada kata terlambat untuk berkreasi,” tegas Amin.
Bawaslu Kabupaten Banyumas mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas dan strategi pengawasan partisipatif serta mengembangkan jejaring komunitas masyarakat dalam menghadapi tahapan Pemilu mendatang. (aks)